LAMPUNG — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan profesionalisme personel serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) Gelar Operasional dan Pembinaan periode Triwulan III Tahun 2026.
Kegiatan strategis tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi seluruh jajaran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di wilayah hukum Polda Lampung.
Evaluasi ini difokuskan pada peninjauan kinerja serta peningkatan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian. Melalui pembinaan berkelanjutan, seluruh personel diharapkan semakin optimal dalam menjalankan tanggung jawab serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Lampung, Kombes Pol. M. Reza C.A.S., S.I.K., S.H., M.H., menegaskan pentingnya membangun karakter anggota Polantas yang profesional, disiplin, berintegritas dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Ia juga menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh personel melalui semboyan “Jadilah POLANTAS LAMPUNG WAWAI“. Semboyan tersebut bukan sekadar slogan, melainkan filosofi yang menjadi pedoman moral dan operasional bagi setiap anggota dalam menjalankan tugas.
Memahami Lima Nilai dalam Filosofi WAWAI
WAWAI merupakan singkatan dari lima nilai utama, yakni Wibawa, Amanah, Waspada, Aktif dan Imtaq (Iman dan Takwa).
Kelima nilai tersebut memiliki makna mendalam dalam membentuk karakter anggota Polantas yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Pertama, Wibawa, yaitu setiap anggota kepolisian harus mampu menjaga kehormatan institusi melalui sikap, perilaku dan tindakan yang mencerminkan keteladanan serta profesionalisme.
Kedua, Amanah, yang berarti menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab dengan penuh kejujuran, integritas serta dapat dipercaya oleh masyarakat.
Ketiga, Waspada, yakni selalu siap menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan serta mampu mengantisipasi permasalahan yang dapat mengancam keselamatan dan ketertiban lalu lintas.
Keempat, Aktif, yang mengandung makna bahwa personel harus proaktif dalam memberikan pelayanan, hadir di tengah masyarakat serta tanggap terhadap berbagai kebutuhan dan persoalan lalu lintas.
Kelima, Imtaq, yaitu menjadikan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan spiritual dalam setiap pelaksanaan tugas.
Melalui penerapan lima nilai tersebut, seluruh personel Ditlantas Polda Lampung diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan dalam penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan sikap humanis, kepedulian dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat.
Perkuat Pelayanan dan Keselamatan Berlalu Lintas
Dirlantas Polda Lampung menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus berjalan seiring dengan penguatan profesionalisme dan kedisiplinan personel.
Evaluasi kinerja secara berkelanjutan serta penerapan filosofi WAWAI diharapkan mampu mendorong terciptanya jajaran Polantas yang semakin responsif, berintegritas dan dipercaya masyarakat.
Selain itu, sinergi antara kepolisian dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar.
Polda Lampung optimistis melalui pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, upaya memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Pada akhirnya, terciptanya keamanan dan ketertiban berlalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan kesadaran serta partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Dengan semangat Polantas Lampung WAWAI, Ditlantas Polda Lampung berkomitmen terus hadir memberikan pelayanan terbaik demi terwujudnya keselamatan dan keamanan bersama.